komunitas sb1m

Jenis Madu Berdasarkan Berbagai Sumber

Senin, Juli 24th, 2017 - Keajaiban Lebah

Jenis Madu Berdasarkan Berbagai Sumber – Berdasarkan sumber bunga (nectar), madu dibedakan menjadi 2, yakni madu monofloral dan multifolar. Madu yang berasal dari satu jenis tanaman, missal madu randu dan madu kelengkeng.

jenis madu berdasarkan berbagai sumber

Madu randu adalah madu yang dihasilkan oleh lebah yang mengkonsumsi nektar dari tanaman randu. Madu kelengkeng adalah madu yang dihasilkan oleh lebah yang mengkonsusmi nectar tanaman kelengkeng.

Madu monofloral berasal dari satu jenis nectar atau didominasi oleh satu nectar. Madu multifloral adalah madu yang berasal dari berjenis-jenis tanaman, sebagai contoh madu hutan dari lebah yang mendapatkan nectar dari beberapa jenis tanaman.

Madu juga dapat dibagi menurut asal nektar, maupun menurut bentuk madu yang lazim terdapat dalam istilah pemasaran. Berbagai jenis madu dapat dihasilkan dari berbagai sumber nektar yang dikenal sebagai madu flora, madu ekstra flora serta madu embun (honey dew honey).

Madu flora dihasilkan dari nektar bunga. Bila nektar tersebut berasal dari beranekaragam bunga, maka madu yang dihasilkan disebut madu poliflora dan bila dari satu jenis tanaman disebut madu monoflora.

Madu ekstra flora, madu yang dihasilkan dari nektar yang terdapat di luar bunga yaitu dari bagian tanaman lain, seperti daun, cabang dan batang.

Madu embun dihasilkan dari cairan hasil sekresi serangga famili Lechanidae, Psyllidae atau Lechnidae yang diletakkan eksudatnya pada bagian-bagian tanaman. Cairan ini kemudian dihisap dan dikumpulkan oleh lebah madu di dalam bagian tertentu yang disebut sarang madu.

Di samping itu masih ditemui beberapa jenis madu, misalnya madu sisir (comb honey) yaitu madu yang dipasarkan beserta sisir sarang madu. Madu cair dan madu bergranula (berkristal). Madu bergranulasi ini juga sering disebut “creamed honey”.

Creamed Honey

Creamed Honey merupakan madu yang telah berubah teksturnya sehingga menyerupai tekstur mentega yang bagus sekali dan bisa digunakan sebagai madu olesan roti (honey spread). Di seluruh dunia, ternyata creamed honey lebih banyak dan lebih sering dikonsumsi dibanding madu cair.

Untuk menghasilkan kristal madu yang lembut diperlukan inti atau seed yang jumlahnya cukup banyak. Proses yang banyak digunakan untuk memproduksi creamed honey disebut “The Dyce Process”. Proses tersebut melibatkan penambahan nuklei atau inti kristal ke dalam madu, setelah madu tersebut dipanaskan dua kali 49oC dan 66oC, baru disaring.

Inti yang banyak digunakan dalam proses pembuatan ”ceamed honey” berupa madu kering yang digulung halus, yang telah didinginkan yang bertindak sebagai inti kristal.

Dengan cara tersebut produk yang dihasilkan bertekstur lunak, dan tidak cair. Hanya dalam waktu 3 hari saja, dan dalam waktu 6 hari telah terjadi bentuk creamy, dan mudah dioleskan.

Demikian info tentang Jenis Madu Berdasarkan Berbagai Sumber semoga bermanfaat.

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...