komunitas sb1m

Karakteristik Fisik dan Kadar Air pada Madu

Selasa, Juli 18th, 2017 - Keajaiban Lebah

Karakteristik Fisik dan Kadar Air pada Madu – Karakteristik fisik madu terdiri dari :

1. Sifat Higroskopis

Madu bersifat higroskopis, yakni kemampuan suatu bahan untuk menarik air dari udara sekitarnya hingga mencapai kesetimbangan. Sifat higroskopis ini dikarenakan madu merupakan larutan gula yang lewat jenuh (supersaturated solution) dan tidak stabil.

Karakteristik Fisik dan Kadar Air pada Madu

Salah satu kendala yang dihadapi oleh negara seperti Indonesia adalah kelembaban relative udara (RH) yang cukup tinggi (sekitar 60 – 90 persen), sehingga pada umumnya madu di Indonesia berkadar air tinggi dan pada temperature yang relative tinggi, madu akan menyerap air sehingga makin encer dan mudah terfermentasi. Madu yang berada dalam keadaan seperti ini kualitasnya rendah.

2. Tekanan Osmosis

Madu merupakan larutan lewat jenuh (supersaturated solutions) dari karbohidrat, sehingga dikatakan medium hiperormotik. Sekitar 84 persen padatan pada madu adalah campuran dari monosakarida, yakni fruktosa dan glukosa.

Jika organisme bersel satu masuk ke dalam medium hiperosmotik ini, maka organisme tersebut dapat terbunuh karena kehilangan cairan tubuh akibat perbedaan tekanan osmosis yang besar. Tambahan pula interaksi yang kuat antara molekul-molekul gula da molekul air menyebabkan sangat terbatasnya ketersediaan air untuk mikroba. Tekanan osmosis pada madu lebih besar dari 2.000 miliosmols.

3. Kadar Air

Kadar air madu secara langsung menentukan kualitas madu, jika kadar air tinggi kualitas madu rendah. KAdar air dalam madu dipengaruhi oleh iklim, pengelolaan saat panen, dan jenis nectar atau cairan manis yang dikumpulkan oleh lebah.

Air yang terkandung pada sisiran madu berasal dari nectar yang dimatangkan lebah. Konsentrasinya tergantung dari pelbagai factor yang mempengaruhi proses pematangan madu, termasuk kondisi cuaca, kadar air awal nektar, laju sekresi dan kekuatan koloni lebah.

Mutu madu banyak ditentukan oleh kadar airnya dan secara tidak langsung kadar air madu biasanya diukur dari berat jenisnya. Kadar air lebih tinggi tertentu, madu cair akan mengalami fermentasi, apabila madu yang mengkristal (granulated). Terjadinya fermentasi terutama karena karya kapang dan ragi yang memang secara normal sudah terdapat pada madu, dan bila kadar air meningkat, ragi menjadi aktif dan berkembang biak.

Madu yang telah matang dan tua, mengandung kadar air 17,4 persen atau lebih rendah, pada kadar air tersebut madu aman terhadap serangan ragi dan fermentasi. Tetapi bila lapis lilin yang menutup sarang madu telah diangkat dan madu terekspos oleh udara. Karena sifatnya yang hidroskopis maka akan dapat menyerang air. Hal ini lebih serius terutama pada udara yang lembab seperti halnya di beberapa daerah di Indonesia.

Karena itu sebaiknya madu ditangani dan dikemas pada wadah yang kedap udara, segera setelah diekstraksi dari sarang madunya.

Di berbagai negara, madu dalam negeri dianggap yang memiliki mutu yang paling tinggi oleh konsumen, baru kemudian mutu madu luar negeri yang dianggap menyerupai jenis madu lokal. Madu yang berwarna terang biasanya lebih disukai dari yang berwarna gelap.

Meskipun demikian, beberapa negara misalnya Republik Federasi Jerman dan Switzerland menyukai juga madu yang berwarna gelap, demikian juga madu berkristal. Madu berkristal juga dikenal sebagai “creamed honey” atau “set honey”.

Demikian info tentang Karakteristik Fisik dan Kadar Air pada Madu semoga bermanfaat.

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...